Andai Saya Pimpin 10.000 Karyawan

Berandai-andai saja bolehkan, hehehe, Tapi inilah yang sedang ada dalam pikiran saya saat ini? Bagaimana jadinya jika anda tiba-tiba diminta untuk memimpin 10.000 karyawan suatu perusahaan. Bingung, senang, atau malah panik? Hal ini tentunya wajar dialami orang yang tiba-tiba dapat rejeki besar seperti ini. Lalu langkah besar apa yang akan anda lakukan jika hal ini terjadi?

Gambar

* foto diambil dari situs asuransijiwaku.com

 

Jika saya diberi amanah seperti itu, langkah awal yang besar yang saya ambil pertama cukup simple. Dekatkan karyawan dengan agama. Loh kok malah begitu ya? Mengapa bukan membuat perencanaan bisnis, menjalin relasi dengan klien, langkah bla bla bla bla dan bla, atau apalah yang orientasinya ke bisnis? Ya saya justru ingin memulai langkah awal saya dengan mendekatkan karyawan dengan agamanya.

Caranya bermacam-macam seperti, memaksimalkan doa pagi. Yah doa pagi merupakan awal yang baik untuk memulai sesuatu. Jika karyawan kebanyakan beragama Islam bisa dengan cara “membumbui” doa pagi dengan ayat-ayat Qur’an beserta artinya. Jika kebanyakan karyawan beragama non muslim, dapat dilakukan hal yang sama sesuai petunjuk dan tata caranya sendiri. Percayalah, mengawali hari dengan baik akan membuat kita terjaga hingga sore hari.

Gambar

Cara yang kedua adalah memberikan training motivasi yang dicampur dengan materi keagamaan. Motivasi itu penting agar karyawan dapat senantiasa giat bekerja. Yang masih semangat dibuat tetap semangat, yang sudah loyo dibuat kembali semangat. Ingatkanlah mereka bahwa bekerja di perusahaan anda adalah ibadah.

Cara yang ketiga, memberikan siraman rohani kepada para pegawai anda. Bisa diatur waktunya dua minggu sekali, atau sebulan sekali. Jangan lupa sertakan pemuka agama yang siap melayani keluhan mereka di akhir nantinya. Jika jujur, cara yang ketiga ini memang agak berat. Hal ini tidak lepas karena mereka para karyawan akan merasa dirugikan waktunya. Mungkin pikir mereka, “ngapain saya buang-buang waktu disini, mending saya pulang bisa ketemu keluarga”. Namun sekali lagi saya ingatkan siraman rohani itu sangat penting. Alasan pertama, iman seseorang itu naik turun seperti tegangan listrik. Ya bagus jika pas hari atau minggu itu iman mereka masih bagus. Bagaimana jika sedang goyang, karena berbagai persoalan pribadi maupun kantor. Nah disitulah hal ini berguna. Anda bisa tetap menjaga iman para karyawan anda. Percayalah itu akan berguna untuk perusahaan anda.

Nah bagaimana dengan malasnya orang-orang mengikuti acara ini jika dilaksanakan diluar jam kerja. Yah mau tidak mau anda harus melakukannya di jam kerja. Semisal anda sudah setuju bahwa acara seperti ini akan dilakukan setiap bulan. Potonglah waktu kerja 1-2 jam untuk siraman rohani, semisal di hari Jumat jam 14.30 WIB -16.30 WIB tiap akhir bulan diadakan siraman rohani. Semua karyawan diwajibkan ikut acara ini. Percayalah ketika anda kehilangan 1-2 jam waktu kerja anda, Tuhan akan ganti dengan karyawan yang akan bekerja sepenuh hati untuk perusahaan anda.

 

Balikpapan, 15 April 2014

 

Dwi Fajar Novianto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: