Susahnya Pekerja Menulis di 31 Hari Menulis

Kategori: Writing, Communication

Tidak seperti halnya para mahasiswa komunikasi yang masih aktif. Alumnus komunikasi UGM yang sudah bekerja cenderung lebih susah menulis tiap hari. Selain karena diburu kesibukan yang lebih, ada saja pekerjaan yang menuntut untuk dikerjakan malamnya. Dengan demikian waktu yang dikeluarkan untuk menulis tentunya akan lebih sedikit.

 writing1

Namun hal yang saya sebutkan di atas tentu tidak bisa jadi alasan untuk “bolong” dalam program 31 hari menulis. Saya  komit untuk menyelesaikan program ini hingga hari ke 31. Walaupun pulang kerja sudah capek dan tentunya ingin beristirahat namun menulis harus tetap di laksanakan. Saya ingin menuis di sini bukan dilakukan sekedar menggugurkan kewajiban, namun menulis akhirnya akan menjadi sebuah kebutuhan.

Terakhir saya ingin bilang salut bagi para pekerja yang masih sanggup terus-terusan menulis. Apalagi jika mereka akhirnya bisa menerbitkan buku. Karena menulis itu tidak mudah. Tidak mudah untuk menulis inti sari tulisan, maupun tidak mudah untuk mengorbankan waktu untuk menulis.

#31harimenulis

Balikpapan, 23 Mei 2013

D. Fajar Novianto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: