Ukuran Sukses Tiap Orang Itu Beda

“Aku ingin jadi terkenal, hingga semua orang tau siapa aku. Itulah tanda bahwa aku sudah sukses”, kata temanku saat kuliah. “Saya ingin punya uang banyak dan bisa beli mobil bahkan pesawat”, jawab temanku yang lain. Ya setiap orang bisa punya jawaban yang beda jika kuberi pertanyaan “apa standar kesuksesan bagimu?”.

Ada kawanku begitu getol mempromosikan sebuah produk MLM. Dia mempromosikan produk itu tidak hanya kepada tetangga-tetangganya tapi juga teman-teman mahasiswanya. Dia juga menceritakan tentang pengalamannya ikut gathering di perusahaan MLM tersebut dan juga cerita keberhasilan dari orang-orang yang sudah mengikuti program ini sebelumnya.

Lalu kutanya ke dia, mengapa tertarik untuk mengikuti program MLM ini. Dia kemudian menjawab bahwa dia ingin seperti orang-orang yang sudah mengikuti program itu dan sukses luar biasa. Selanjutnya kutanya lagi, “apa yang sebenarnya ingin kamu kejar sebetulnya?”. Tanpa munafik dia mengatakan bahwa uang yang dia kejar. Jika dia bisa menjual produk sekian maka dia akan mendapatkan hasil sekian. Apalagi jika dia berhasil mendapatkan orang untuk menjadi agen dia. Keuntungan bagi dia tentunya akan bertambah.

Dia berharap suatu saat bisa sukses dengan program itu. Dia menggambarkan bahwa kesuksesannya nanti adalah ketika dia punya banyak uang, bisa beli mobil, bahkan pesawat. Dengan kata lain dia sudah menjadi kaya raya.

Lain lagi temanku yang satunya. Jika temanku yang diatas standar kesuksesannya adalah kekayaan. Maka temanku yang ini standar kesuksesannya berbeda. Dia baru menganggap dirinya sukses ketika namanya sudah terkenal di Indonesia. Ketika semua orang mengagung-agungkan namanya dan dia memiliki posisi penting di Indonesia.

Beda lagi standar kesuksesan ibuku sekarang. Ibuku sekarang ukuran kesuksesannya adalah ketika dia bisa senantiasa salat berjamaah di masjid dan hidupnya senantiasa berkah. Itu saja….

Yah memang standar kesuksesan orang berbeda-beda. Tinggal bagaimana upaya, kerja keras, dan doalah yang akan mengantarkan kita ke arah kesuksesan itu. Jika gagal?? ya sudah, toh setidaknya kita sudah berusaha maksimal. Mungkin ada jalan lain yang Tuhan berikan ke kita, Dan percayalah itulah jalan terbaik dari-Nya.

 

Jakarta, 30 Maret 2013

 

Dwi Fajar Novianto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: