Pede atau Tidaknya Kamu Tergantung “Bekal” yang Kamu Bawa

Pernahkah kamu ingin melakukan sesuatu tapi ragu untuk melakukannya? Pernahkah kamu ingin mempresentasikan sesuatu tapi tidak pede untuk menyampaikannya? Atau pernahkah kamu ingin menyanggah pendapat orang, namun ragu untuk mengungkapkannya? Yap tentu saja kejadian seperti itu mungkin pernah kita alami.

Saya masih ingat pertama kali saya bicara di depan publik (dalam kondisi di rencanakan) adalah saat saya kelas 2 SMA. Saat itu saya akan melakukan orasi pemilihan ketua osis di SMA. Nah sebagai seorang yang sebelumnya tidak pernah melakukan orasi dan dengan pengalaman yang kurang ada saja cerita-cerita lucu yang tecipta disitu. Saya sendiri saat itu berorasi di depan sekitar 900-an orang dengan pengalaman orasi nol.

Ada peristiwa menarik sebelum saya bisa masuk kandidat OSIS saat itu. Pengalaman organisasi saya jeblok sebelum masuk SMA. Namun berkat usaha dan keberuntungan entah kenapa saya bisa lolos sampai tahap terakhir.

Kembali ke pertama kali orasi. Saat itu adalah saat yang menegangkan bagi saya. Tangan saya dingin, berkeringat karena cemas, dan jujur ya rasanya ingin muntah saat itu, hahaha. Saya bahkan harus membawa minyak kayu putih agar badan saya terasa lebih hangat, dan mencoba mengurangi ketegangan saya, hahaha.

Ya, saat itu saya memang belum punya pengalaman dan bekal apa-apa. Hasilnya memang tidak terlalu bagus, namun ya sudahlah setidaknya saya sudah berusaha. Saya jadikan itu pelajaran berharga untuk saya.

Nah jika saya diminta berorasi sekarang? Apakah bisa? Jika menjawab itu pastinya saya akan menjawab ya. Saya sudah pernah berorasi, pernah merasakan kegagalannya dan saya tidak mau terjerumus kedua kalinya. Tapi setidaknya mungkin sekarang saya tidak perlu menggunakan minyak kayu putih lagi, hahaha.

Jika kita hubungkan soal pede dengan kasus persiapan ke ujian nasional misalnya. Apakah kamu pede langsung mengerjakan ujian nasional saat kamu baru masuk kelas 3. Ya kamu pasti tidak akan pede untuk mengerjakan ujian nasional. Kamu butuh waktu untuk mengumpulkan “bekal” sebelum menjalani ujian nasional. Setelah bekal kamu ada maka kamu tentunya akan lebih pede menjalani ujian nasional.

Pertanyaan terakhir, jika kamu diberikan uang 1 juta, 5 juta, atau 10 juta untuk dihabiskan membeli pakaian di Mall, apakah kamu akan tetap pada mall yang sama? Hmmm…. Kamu tentunya akan memilih mall itu berdasarkan uang yang kamu bawa kan? Baju terbagus dapat kamu beli jika kamu membawa “bekal” uang yang bagus juga kan? Nah begitu juga dengan pedenya kamu dalam menghadapi sesuatu. Tingkat pedemu itu tergantung “bekal” yang kamu bawa. Kamu dapat melakukan sesuatu dengan bagus  jika kamu sudah mempersiapkan “bekalmu” dengan bagus juga.

Jakarta, 29 Maret 2013

Dwi Fajar Novianto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: