Aku Cinta Rupiah

Suatu saat saya sedang berkaraoke dengan teman-teman alumni komunikasi UGM di Jakarta. Kami menyanyikan lagu-lagu paling hits saat ini hingga lagu-lagu galau masa lalu. Yap tentu saja sekaligus mengenang masa lalu. Nah diakhir waktu karaoke salah satu teman berfikir menyanyi lagu yang heboh. Pikir saya lagu terakhir ini akan bernuansa hip hop untuk meramaikan suasana. Namun kenyataannya lagu yang dipilih adalah lagu anak anak “aku cinta rupiah”

Waktu kecil saya merasa pernah dengar lagu ini. Apalagi melihat video clipnya dan mata uang yang ditampilkan yang langsung membawa ingatan saya seperti deja vu. Ya ini lagu di zaman saya masih kecil, hehehe.

Menarik tentunya mengamati lagu ini. Jika dulu waktu kecil kita menikmati lagu dari musik dan liriknya sekarang saya justru tertarik dengan judul “aku cinta rupiah”. Bagi yang belum tau tentang lagu ini atau lupa saya coba ingatkan sedikit dengan link di bawah ini:

http://www.youtube.com/watch?v=7ULiHS6XL7M

Aku Cinta Rupiah – Cindy Cenora

Aku cinta rupiah Biar dolar dimana-mana
Aku suka rupiah, karena aku anak Indonesia
Mau beli baju, pakai rupiah
Jajannya juga, pakai rupiah
Mau beli buku, buku sekolah
Karena ku sayang ya rupiah

Lihat tabunganku isinya rupiah
Karena mamaku kasihnya rupiah
Buat beli buku,buku sekolah
Pakai rupiah ya bayarnya

Aku cinta rupiah Biar dolar dimana-mana
Aku suka rupiah, karena aku anak Indonesia
Aku cinta rupiah , biar dolar merajarela
Aku suka rupiah, karena ku tinggal di Indonesia

Dolar punya Amerika, rupiah punya Indonesia
Papa juga tukar dolar,kalau belanja memakai rupiah

Aku cinta rupiah Biar dolar dimana-mana
Aku suka rupiah, karena ku anak Indonesia
Aku cinta rupiah , biar dolar merajarela
Aku suka rupiah, karena ku tinggal di Indonesia

Mau beli baju,pakai rupiah
Jajannya juga, pakainya rupiah
Mau beli buku, buku sekolah
Karena ku sayang ya rupiah

Lihat tabunganku isinya rupiah
Karena mamaku kasihnya rupiah
Buat beli buku,buku sekolah
Pakai rupiah ya bayarnya

Aku cinta rupiah Biar dolar dimana-mana
Aku suka rupiah, karena ku anak Indonesia
Aku cinta rupiah , biar dolar merajarela
Aku suka rupiah, karena ku tinggal di Indonesia

Aku pun cinta rupiah aku su suka rupiah
Aku pun aku suka buatan Indonesia
Aku pun cinta rupiah aku su suka rupiah
Aku cinta, aku suka buatan Indonesia

Aku cinta rupiah Biar dolar dimana-mana
Aku suka rupiah, karena ku anak Indonesia
Aku cinta rupiah , biar dolar merajarela
Aku suka rupiah, karena ku tinggal di Indonesia

Aku cinta rupiah Biar dolar dimana-mana
Aku suka rupiah, karena ku anak Indonesia
Aku cinta rupiah , biar dolar merajarela
Aku suka rupiah, karena ku tinggal di Indonesia

Yah analisis mengenai mengapa kita harus mencintai rupiah? Rupiah merupakan sebuah pilar utama setelah pemerintahan yang menopang kehidupan bangunan Negara Indonesia. Rupiah dapat dikatakan juga merupakan monumen kedaulatan. Selanjutnya, rupiah juga merupakan sebuah produk kebudayaan  yang amat penting bangsa Indonesia, dengan fungsinya sebagai penyulut kesadaran kolektif yang bertujuan terbentuknya karakter bangsa Indonesia.

Nah, pada era pasar bebas seperti sekarang, tentunya transaksi global dengan menggunakan mata uang asing seperti dolar, euro, poundsterling, merupakan bagian yg tak dapat dihindari.  Para pebisnis tentunya  yg berhubungan langsung dengan rutinitasnya kepada Negara-negara lain, umumnya menjadikan dolar sebagai alat transaksi atau deposito utamanya.

Maka menjadi wajar ketika dolar kian digandrungi (masyarakat kelas atas) dan memiliki strata tersendiri bagi penggunanya di tanah air sebagai deposito, yg tanpa disadari memberikan efek buruk terhadap eksistensi rupiah.

Atau mungkin diam-diam para pebisnis  malah “berdoa”, berharap agar nilai rupiah melorot tajam dan keuntungan pun dapat diraup dengan sebesar-besarnya, seperti yang terjadi pada krisis ekonomi pada tahun 1998 lalu. Dan selanjutnya “mendaulat” dolar sebagai bisnis investasi yang subur dan menggiurkan.Hmmm…

Seperti apa yg Bung Hatta katakan, “Saat keluarnya uang Republik (rupiah) adalah saat yang bersejarah, yang mengandung harapan. Janganlah saat itu hanya hidup dalam ingatan kita sebagai kenang-kenangan yang baik, tetapi hendaklah ia hidup dalam perbuatan kita semuanya sebagai pembangunan Negara dan masyarakat! (29/10/1946).”

Yah apapun itu, kita berharap saja rupiah tetap menjaga eksistensinya. Jangan lupa seperti apa kata penyanyi cilik dalam video clip tersebut, beli buku pake rupiah, beli barang pake rupiah. hehehe.

Daftar Pustaka:

Ichdinas Shirotol Mustaqim. 2012. “Cinta Rupiah Sebatas Semboyan Sepi Teladan”. Terarsip di http://news.detik.com/read/2012/10/31/073544/2076975/471/cinta-rupiah-sebatas-semboyan-sepi-teladan

Ragunan, 3 Februari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: