Istory Senayan – Kisah sial anak muda dalam perjalanan pertamanya kesana part 3

Malu bertanya sesat berjalan, peribahasa yang sering sekali kita dengar untuk memotivasi kita untuk bertanya jika memang tidak tahu. Namun sungguh sialnya kita jika sudah bertanya namun ternyata jawabannya salah. Yah nasib…..

la light

oh mas mau ke Istora, kalo turun di Halte Gelora Bung Karno salah mas. Harusnya mas turun di Halte setelah ini Halte Bundaran Senayan. Habis turun mas ke kanan arah Sency. Deket-deket situlah”  jawab mas-mas penjaga busway dengan mantap.

Segera saya ikuti instruksi dari orang tersebut untuk menuju Halte Bundaran Senayan dulu baru jalan ke arah Istora Senayan. Mau tidak mau harus menunggu busway datang lagi. 1 menit…. 2 menit… 5 menit… Tidak ada satupun busway yang datang. Padahal arah sebaliknya ada dua sampai tiga busway sudah mengangkut penumpang ke arah Jakarta Kota. @##$@%#^#^#^@

Akhirnya setelah menunggu 10 menit datanglah satu busway ke arah Bundaran Senayan. Hanya satu halte saja namun rasanya lama sekali menunggunya. hahaha. Sesampainya di Halte Bundaran Senayan saya segera berjalan ke arah Istora Senayan versi mas-mas penjaga busway. Jalan kaki ke arah Senayan City dan itu lumayan juga jalannya. Namun hampir sampai di Sency saya justru kembali kebingungan. Istoranya mana? Bentuknya seperti apa? hahaha

Kembali jurus bertanya kepada penjual buah di pinggir jalan.

” Bang, Istora Senayan mana yah?” tanyaku

Waduh mas, udah kelewatan. Istora Senayan itu yang deket Gelora Bung Karno. Itu lo gerbangnya yang deket FX Plaza.”

Dalam hati saya, astaga itu kan lebih deket jika saya turun di Halte Gelora Bung Karno tadi. @#$@%$$%%**(&^%

Sehabis mengucapkan terima kasih kepada abang tukang buah saya jalan balik ke arah Istora Senayan. Melihat kembali Halte Gelora Bung Karno setelah berjalan beratus-ratus meter rasanya kesal juga. Namun ya gimana lagi, nasib nasib. hahaha

Masuk gerbang Gelora Bung Karno bukan berarti masalah selesai. Istora Senayannya itu tetap tidak tau yang mana. Namun berbekal keinginan menonton Grand Final LA lights Streetball maka saya harus bisa mencapainya. Setelah ngomong ngalor ngidul tanya ke orang-orang akhirnya sampai juga ke Istora Senayan. hehehe.

Ngantri terlebih dahulu untuk beli tiket agar bisa masuk ke Istora Senayan. Sengaja pilih bangku VIP biar makin puas nontonnya. Apalagi kondisi nonton sendiri akibat tidak ada teman yang mau diajak nonton. -__- sedihnya. hahaha

Tiket sudah di tangan saatnya masuk ke dalam Istora. Namun sebelum masuk Istora diadakan pemeriksaan barang bawaan terlebih dahulu. Celakanya semua cemilan, roti, minuman dan snack-snack yang baru saja saya beli di stasiun tidak boleh dibawa masuk. @#$%^$#@&^%#

Petugas menawarkan untuk menitipkan saja barang bawaanya. Namun berhubung kepala saya pusing karena begitu banyak kesialan untuk mencapai Istora saya bilang kepada abang petugasnya.

Udah buat abang ajalah, pusing saya”

Jadi masukklah saya ke dalam Istora Senayan dengan tas yang hampir kosong melompong karena isinya sudah hampir habis saya berikan ke orang lain. Saya pikir ya sudahlah memang pekerjaan abang-abang tadi sudah seperti itu. Untuk menjaga kebersihan dan ketertiban.

Tibalah saatnya menonton pertandingan streetballnya. Masih pemain-pemain lokal yang bertanding. Foto-foto keadaan Istora saat itu saja dahulu dan tentunya pasang status di BBM. hehehe. Banyak sekali teman yang kemudian tanya, “dimana jar?”, “rame ga?”, “kok ga ngajak”. Emang kalo aku ajak mau dateng apa, pikirku. hehehe.

Break istirahat maghrib satu temen dan pacarnya datang. Dan kesialan bertambah lagi -__-”

bersambung….

Ragunan, 3 Desember 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: