Menjalani Hidup Sebagai Seorang Gamer

Dulu saat bimbingan AAI (Asistensi Agama Islam) UGM ada kakak angkatan berbicara kepadaku seperti ini ” dalam hidupmu nantinya kamu akan menemui saat dimana keadaanmu sangat gelap dan itu terjadi saat mendekati usia dua puluhan atau setelah usia dua puluhan. Hal itu benar-benar terjadi padaku dan berawal dari perkenalanku dengan game online”

 

Gambar

 

Kuliah dan Game Online

Kuliah, masa dimana kebebasan begitu bernilai dan hidup sebebas burung yang terbang di angkasa ternyata mengandung berbagai beban dan tantangan dalam hidup. Kuliah bisa jadi masa membanggakan namun juga mengandung resiko yang sangat besar untuk jatuh.

Sebagai orang desa yang menuntut pelajaran di kota Yogyakarta ada berbagai hal baru yang saya temui di sini. Hiburan demi hiburan saya saksikan dan dengarkan dari pengamatan dan kisah-kisah dari teman saya. Salah satunya adalah game online. Game yang mengandalkan koneksi internet dan dapat berinteraksi juga berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai daerah sekalipun.

Saya sendiri betul-betul mengalami masa menyenangkan dan juga masa jatuh di sini. Walau lulus terhitung normal (4 tahun) dan mendapatkan predikat cumlaude namun ada hal yang perlu saya camkan dalam diri saya soal game online. Game online bagaikan teman saya saat itu namun juga meminta “sesuatu” untuk saya korbankan.

Sebelum mengenal game online saya hanya memainkan game-game offline dalam berbagai bentuk. Dari alat-alat seperti Nintendo, Sega,  PS1, PS2, game offline di komputer, dsb. Penggunaan internet hanya untuk browsing, chatting, namun tidak pernah terpikir untuk bermain game online.

Game Online dan Perkenalannya

Saya sendiri mulai tertarik dengan game online semenjak melihat teman bermain game online. Kelihatannya asik dan seru karena ada persaingan, keahlian, dan komunitas di situ. Lama-lama saya pun tertarik untuk bermain game online disitu. Game online yang pertama saya mainkan adalah game permainan facebook, “Rock Legends”, Sebuah game pertarungan antar band yang ada dalam aplikasi di Facebook. Pagi, siang, malam saya mainkan game ini. Dari main di laptop, di warnet, di hot spot cafe, hingga komputer di kampus. Hahahaha. Terakhir bagaimana nasib game ini? yap, game ini ditutup developernya. hahaha. Saya membayangkan berapa banyak uang yang dikeluarkan oleh “player-player dewa” untuk mencapai tingkat yang ada saat itu dan tiba-tiba investasi mereka bernilai 0 karena game ini tutup.

Begitu game itu ditutup, maka dicarilah game yang lain dan pilihan saya jatuh ke game MMORPG Pet Forest. Game yang berisi petualangan yang dikeluarkan oleh developer Filipina. Di game ini saya cukup lama bermain. Pagi, siang, malam saya mainkan game ini. Komunikasinya pun berlangsung dalam berbagai bahasa, dari inggris, indonesia, dan tagalog. Tergantung dengan siapa kita bicara. Pada game ini saya bermain cukup lama.

Selanjutnya saya dan teman saya yg sangat maniak game, bermain di game baru yang persis dengan Pet Forest hanya asalnya dari developer Indonesia. Saya sendiri dan teman saya bermain cukup lama di game ini. Dari agustus 2010 hingga februari 2012. Ini adalah masa bermain paling gila dari semua game yang saya pernah mainkan. Kami betul-betul bermain untuk jadi yang terbaik di game ini. Pagi bisa jadi malam, malam bisa jadi pagi. Betul-betul kacau hidup saya saat itu.

Apalagi ditambah dengan keadaan saya setelah semester 6 sudah tidak ada kuliah lagi. Maka makin bar-barlah dalam bermain game. Skripsi, hmmm sudah tidak terpikir lagi, kacau balau. Yang ada hanya main game, naikin level, jadi terkuat, dsb.

Namun Tuhan ternyata masih berbaik hati pada saya. Saya masih punya ibu yang mengingatkan saya tentang kuliah saya. Suatu saat ibu saya mengirimkan sms ketika saya masih asik bermain game. Bunyinya kurang lebihnya seperti ini:

” Mas, gmn kabar skripsimu? sudah sampe mana? Kok kamu belum lulus-lulus ya? Mba’mu dulu di masa ini sudah lulus ya kok kamu belum? apa doa ibu kurang yah?”

Astagfirullah, ini bukan salah ibu, ini salah anakmu bu. Tertegun saya baca sms ibu, diam, diam, dan diam. Dalam hati saya berfikir saya resign dulu dari permainan game online dulu. Selesaikan skripsi dahulu.

tiga bulan saya pensiun dini, skripsi saya selesai. Bukannya tobat main game online saya balik kembali ke game itu. Dan saya jalani itu hingga wisuda, tanpa berfikir untuk mencari kerja. hahaha

Hingga saya dapat kerja perlahan-lahan saya mulai retired dari game online. Betul-betul tidak ingin menyentuhnya lagi, takut ketagihan. Dan beruntung dengan kesibukan saya sekarang saya sudah tidak sempat lagi bermain game online.

Lalu apakah saya menyesal karena terjerumus dalam dunia game online? hmmm tidak. Ini pengalaman berharga. Dan saya juga harus fair mengatakan bahwa game online telah menemani hidup saya, mendapatkan teman-teman baru, dan pelipur dari kesepian. Jika saya diminta balik main lagi, saya tegas mengatakan no. Ada banyak waktu yang sudah saya buang sia-sia di sini. Sekarang ada banyak yang harus dikerjakan, dan biarlah itu jadi masa lalu saya.

Developer game itu ibarat Tuhan, akan ada  update-update terbaru di game jika pemain bosan. Tidak akan ada selesai-selesainya siklus dari game online. Akan tetapi bagi saya sekarang, kehidupan game sesungguhnya ada di dunia nyata. Jangan dihindari lagi mari bertarung hidup dalam game senyata-nyatanya.

 

Ragunan, 31 Desember 2012

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: