Istory Senayan – Kisah sial anak muda dalam perjalanan pertamanya kesana part 1

Kisah perjuangan anak kampung yang hendak pergi pertama kali ke Istora Senayan tapi didera sial bertubi-tubi akibat kesalahan, rasa malu , dan nasib buruk. Berbekal lokasi tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari Istora Senayan yaitu Bekasi, saya memutuskan untuk datang pertama kali ke Istora tapi tidak tahu lokasinya dimana. Hahaha

Istora_senayan2

Oktober 2012, ada acara yang sangat saya ingin tonton yaitu LA Lights Streetball Grand Final. Selain karena sekarang lokasi tinggal saya tidak begitu jauh dari Istora Senayan, Jakarta juga karena bintang tamu yang dihadirkan adalah And1 dan Ball Up, dua tim streetball terbaik di dunia. Melihat iklan bahwa mereka akan bertarung untuk pertama kalinya tentunya sebuah marketing yang menarik yang membuat saya ingin datang.

Pagi itu juga saya pikirkan untuk datang ke acara tersebut. Namun karena paginya saya sedang ada acara kantor maka saya putuskan untuk berangkat dari Bekasi siangnya saja. Acara paginya saja sudah tampak banyak cobaan, teman saya yang hendak menjemput saya dengan mobilnya tidak bisa menjemput di depan kos saya karena terhalang ada hajatan. Jadi saya jalan kaki ke jalan depan untuk menemuinya baru kami berangkat bersama. Pagi-pagi sudah diminta olahraga pagi. hahaha

Perjalanan ke tempat acara kira-kira setengah jam dan sesampainya di sana acaranya pun tidak sewah yang saya bayangkan. Begitu acara selesai kami pun langsung pulang. Saya istirahat sebentar di kos baru kemudian berangkat ke Jakarta.

Setelah beberapa saat istirahat, saya memutuskan berangkat ke Jakarta. Baru berjalan sebentar jalan yang saya ingin tuju untuk mencari bis ke Jakarta tiba-tiba ditutup adanya hajatan. Tempat itu yang tadi pagi saya lewati dan masih aman, tiba-tiba dijadikan tempat makan untuk hajatan. Sempat terpikir untuk mampir mencicipi hidangan di sana. Namun saya batalkan karena hanya pakai kaos. hahaha

Well, terpaksa saya memakai jalan memutar. Untuk menuju tempat pemberhentian bis lewat jalan itu harus naik dua angkot. Beda dengan jalan awal yang hanya naik satu angkot saja. Saya pun berjalan menyusuri jalan lain dan menunggu angkot. Tidak lama angkot pun datang dan menuju tempat pemberhentian yang saya inginkan.

Turun dari angkot saya berhenti di jalan untuk mencari angkot lain menuju tempat pemberhentian bus. Letaknya tidak jauh dari stasiun Bekasi. Tiba-tiba terpikir di otak saya untuk naik kereta saja. Pasti bebas macet dan lebih cepat. Oke akhirnya saya putuskan naik kereta. Namun sebelum naik kereta saya mampir ke minimarket terlebih dahulu. Beli minuman, roti, dan snack untuk cemilan di dalam sana nantinya.

Dalam kereta saya baca koran yang saya beli di stasiun. Sampai di stasiun jatinegara saya baru sadar, ini saya turun di mana yah? -_-. Kemudian bertanyalah saya pada ibu-ibu samping tempat duduk. “Bu, kalo saya hendak ke istora senayan, kira-kira paling deket turun di stasiun mana yah?”. Si ibu lalu  menjawab ……

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: